Jumat, 30 Januari 2015

Bulan

Dikala jingga sudah tiada,
Temani sang biru langit dengan cengkramannya
Ia tersenyum penuh sipu
Langit hanya tertawa
"Aku selalu ada buat kamu", rayuan pun membelai permukaannya

Dikala jingga sudah tiada,
Dipeluknya ia dipangkuannya
Berpegangan di bawah cahaya bintang
Dibelainya permukaan itu, selimutinya rembulan itu
"Aku selalu ada buat kamu", bisiknya di malam beribu bintang

Dikala jingga sudah tiada,
Sang langit memang tak ayalnya hanya kelabu
Roman picisan dibuatnya
Ditinggalkannya seluruhnya
"Aku pergi", teriaknya menggelegar di kesunyian waktu

Dikala jingga sudah tiada,
Rembulan pun menahan amarahnya
Tetapi ia hanya apa,
Pengganti sang jingga yang tiada
Tergelincir di nirwana bersama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar