Mendekam ia di balik jeruji
Terbelit besi diseputar keringkihannya
Ia mendesis disela tawa seringainya
Rintihan hatinya berbisik mulus di daun telinga
"Aku hanya liar, tak sepantasnya aku mencintaimu."
Katamu aku liar, aku liar seperti belukar
Katamu aku kasar, berteriak terhingar bingar
Katamu aku sampah, yang bahkan tak diindahkan oleh sang kisah
Katamu aku....
"Aku hanya liar, tak sepantasnya aku memilikimu."
Sang dewa bahkan tak tau aku ada di dunia
Aku merana engkaupun bahagia
Entah nyata, kuenyahkan bayangmu di sisi tergelapku
Bernafas rasanya aku tak pantas
Dimatamu hanyalah ku
Aku liar
Segenggam kisah sebelum akhirnya ku menjadi mati
Dibalik rangka jeruji ini
Seperti aku mengekang diri sendiri
Kuhujamkan seluruh kataku
Menjadi asap, menjadi abu
Biarlah aku mencintaimu dalam diam
Biarlah aku mencintaimu dalam sakit
Dan biarkan aku tetap mencintaimu
Terbelit besi diseputar keringkihannya
Ia mendesis disela tawa seringainya
Rintihan hatinya berbisik mulus di daun telinga
"Aku hanya liar, tak sepantasnya aku mencintaimu."
Katamu aku liar, aku liar seperti belukar
Katamu aku kasar, berteriak terhingar bingar
Katamu aku sampah, yang bahkan tak diindahkan oleh sang kisah
Katamu aku....
"Aku hanya liar, tak sepantasnya aku memilikimu."
Sang dewa bahkan tak tau aku ada di dunia
Aku merana engkaupun bahagia
Entah nyata, kuenyahkan bayangmu di sisi tergelapku
Bernafas rasanya aku tak pantas
Dimatamu hanyalah ku
Aku liar
Segenggam kisah sebelum akhirnya ku menjadi mati
Dibalik rangka jeruji ini
Seperti aku mengekang diri sendiri
Kuhujamkan seluruh kataku
Menjadi asap, menjadi abu
Biarlah aku mencintaimu dalam diam
Biarlah aku mencintaimu dalam sakit
Dan biarkan aku tetap mencintaimu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar