Sudah saja engkau berbicara, terbungkam dengan katamu sendiri
Sudah saja engkau tertawa, jikalau hidupmu sendiri yang kau tertawai
Februari kelabumu mengalahkan jelaga
Maretmu pun tak kalah berdebu
April, Mei, Juni tak ada yang bersuka
Duduklah!
Berdongenglah bersama kami!
Sepertinya hidupmu penuh drama
Dapat dibandingkan dengan film-film yang disana
Bersedih, mengaum, mendengking, lalu menangis
Berkicau sesukamu
Lalu apa yang dapat kau pelajari dari hidupmu itu?
"Aku belajar untuk hidup pak, buk."
Hidup indah hanya sawangan
Akan indah kalau kau merasa indah
Akan berarti kalau kau merasa berarti
Akan terasa hidup jika kau benar benar hidup untuk hidup
"Untuk apa hidup hanya untuk belajar untuk belajar apa arti hidup, nduk?"
Sepertinya tawa bapak mencemoohku
"Bapak memang sudah lebih lama hidup. Makanya aku belajar untuk hidup."
Ya, hidupkan hidupmu nduk...
Jangan lupa sama yang diatas
Belajarlah, biar jangan hidup sekedar hidup
Sudah saja engkau tertawa, jikalau hidupmu sendiri yang kau tertawai
Februari kelabumu mengalahkan jelaga
Maretmu pun tak kalah berdebu
April, Mei, Juni tak ada yang bersuka
Duduklah!
Berdongenglah bersama kami!
Sepertinya hidupmu penuh drama
Dapat dibandingkan dengan film-film yang disana
Bersedih, mengaum, mendengking, lalu menangis
Berkicau sesukamu
Lalu apa yang dapat kau pelajari dari hidupmu itu?
"Aku belajar untuk hidup pak, buk."
Hidup indah hanya sawangan
Akan indah kalau kau merasa indah
Akan berarti kalau kau merasa berarti
Akan terasa hidup jika kau benar benar hidup untuk hidup
"Untuk apa hidup hanya untuk belajar untuk belajar apa arti hidup, nduk?"
Sepertinya tawa bapak mencemoohku
"Bapak memang sudah lebih lama hidup. Makanya aku belajar untuk hidup."
Ya, hidupkan hidupmu nduk...
Jangan lupa sama yang diatas
Belajarlah, biar jangan hidup sekedar hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar