Kamis, 28 Mei 2015

Terkenang

Terkenang,
Engkau berenang-renang indah di kepalaku
Menyusuri ombak yang kian berdebum
Memecah lautan yang sudah mengharu biru
Menyelam dalam kedalaman palung rindu

Setitik kau sentuh impuls otakku lalu menjalar keseluruh tubuhku
Terasa hampa dimakan serangga
Membusuk bersama kenangan kita

Terkenang,
Ia mendaki ke rasa kita dulu
Berbukit bergunung bahkan berpuncak
Walau ia terjatuh terjembap

Kau basuh lagi luka yang bahkan trombosit tak dapat menutupnya
Dijalinnya pita fibrinogen dengan indahnya
Walau luka sebenernya telah lama sirna
Ia tetap menganga

Terkenang,
Selamanya engkau terkenang
Bersama rasa kita
Bersama masa kita
Bersama kita binasa

Dalam balutan kain terindah
memori kita bersemayam
Entah masa kita yang tertunda
atau memang tidak ada jalan untuk kita
Memang sudah sampai sini saja cerita berkata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar